
LB121- Belum selesai dengan kasus tewasnya warga Jerman tepatnya di Chemnitz yang dibunuh oleh dua orang imigran dari Suriah dan Iraq, kini seorang pemuda asal Jerman juga harus meregang nyawa ditangan dua orang imigran asal Afghanistan di Kothen, Jerman.
Insiden ini terjadi saat tiga orang yang berasal dari Afghanistan bertengkar di sebuah taman bermain bersama dengan seorang wanita yang sedang dalam kondisi hamil.
Dikabarkan bahwa mereka sedang memperdebatkan tentang siapa sebenarnya ayah dari anak yang masih dalam kandungan tersebut.
Tidak lama kemudian datang dua orang Jerman yang ikut campur dalam perdebatan tersebut, setelah itu perkelahian-pun terjadi yang mengakibatkan satu warga Jerman yang berusia 22 tahun harus kehilangan nyawanya akibat pendarahan otak dan masalah jantung.
Dua dari tiga warga imigran Afghanistan tersebut pun ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
Masing-masing dari imigran tersebut berusia 18 dan 20 tahun.
Setelah informasi tentang tewasnya warga Jerman tersbut menyebar, sekitar 2500 orang dari kelompok sayap kananpun berkumpul lalu melakukan aksi demonstrasi terhadap insiden tersebut sambil memabawa bendera Jerman.
Sementara itu terlihat dari stasiun kereta Köthen kelompok sayap kiri yang berjumlah sekitar 200 orang juga melakukan aksi protes balasan.
Pemimpin negara bagian Saxony-Anhalt, Reiner Haseloff mengatakan bahwa dengan emosi yang sedang tinggi-tingginya, mereka harus melawan segala upaya yang ingin menjadikan Koethen sebagai Chemnitz kedua.
Pada sebelumnya Partai sayap kanan Jerman, Alternative für Deutschland, dan juga kelompok anti-islam PEGIDA telah mengoganisir demonstrasi anti-imigran di Chemnitz setelah seorang warga Jerman yang berusia 35 tahun diberitakan telah tewas ditusuk oleh dua orang Imigran yang berasal dari Syria dan Iraq.
Sementara itu walikota Köthen, Bernd Hauschild juga menyarankan agar seluruh masyarakatnya untuk menghindari demonstrasi sayap kanan karena ada informasi yang mengatakan bahwa ada sekelompok orang dalam jumlah yang besar berencana untuk datang ke Koethen dan siap untuk menggunakan kekerasan.
Untuk keamanan kota tersebut, Seratus polisi pun telah dikirimkan ke Köthen untuk berjaga-jaga.
Pada tahun 2016 lalu, Kanselir Angela Merkel telah mengizinkan 890.000 pengungsi untuk masuk ke Jerman, termasuk warga Syria, Afghanistan, dan juga Iraq.
Kebijakan tersebut pun direspon dengan turunnya suara yang diperoleh oleh partai yang mendukung Merkel pada saat pemilihan umum tahun lalu.
Sementara itu partai AfD juga berhasil menduduki parlemen untuk pertama kalinya setelah memenangkan 12.6% suara dengan lebih dari 90 kursi.
Köthen terletak berada di negara bagian Saxony-Anhalt, tidak jauh dari insiden penusukkan sebelumnya yang terjadi di Chemnitz, negara bagian Saxony.
Kedua negara bagian tersebut juga memiliki pendukung AfD yang terbilang cukup kuat.




