CARI WEB YANG BONUS NYA BESAR? DAN JP BERAPA PUN DI BAYAR? AKU BISIKIN MANJA NIH CUSS KESINI NIH BEBS ,SINDIKAT303 INI BUKAN KALENG - KALENG !! 🥰🥰
Tampilkan postingan dengan label MotoGP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotoGP. Tampilkan semua postingan

Maverick Vinales Frustasi Dengan YZR-M1


LB121 - Pembalap Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales mengakui bahwa dirinya frustasi dengan performa YZR-M1 yang tidak kunjung membaik.
Ia juga tidak percaya bahwa Yamaha saat ini tengah berjuang keras untuk bisa bersaing di MotoGP 2018.

Gagal pada kompetitif sejak latihan bebas, ia hanya mampu menempati posisi ke 11 di kualifikasi.
Pembalap asal Spanyol itu telah menyudahi balapannya di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (12/08/2018) diposisi ke-12, tertinggal nyaris 23 detik dari sang pemenang Jorge Lorenzo.

Hal itu pun menjadi sebuah hasil yang mengecewakan beruntun yang telah diraih oleh Vinales setelah gagal finis di MotoGP Ceko karena terlibat insiden.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Vinales didatangi berbagai masalah di sepanjang musim walaupun ia mampu tiga kali naik podium.

Ia juga menyatakan bahwa dirinya sudah mencoba untuk memodifikasi gaya balapnya namun hal itu tidak menghasilkan apapun dari awal karena ia merasa seolah olah M1 nya lah yang kurang power dari awal dan dirinya cukup menderita di seluruh area selama balapan.
Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah fokus pada balapan berikutnya di Silverstone dimana itu adalah sirkuit kesukaannya.

Vinales pun harus turun ke peringkat kelima klasemen dengan perolehan 113 poin, dan hanya unggul delapan poin dari pembalap tim satelit Danilo Petrucci dan tertinggal 29 poin dari rekan satu timnya yaitu Valentino Rossi yang saat ini berada di posisi kedua.

Pengakuan Lorenzo Yang Belum Nyaman Dengan Motor Baru Ducati


LB121 - Sampai saat ini Jorge Lorenzo masih belum bisa kompetitif dalam tes MotoGP Thailand.
Ia juga mengakui bahwa dirinya belum nyaman dengan motor barunya Ducati.

Tes yang berlangsung di Sirkuit Buriram, Thailand pada hari sabtu (17/2/2018) Lorenzo pun menempati posisi kesepuluh pada hari kedua.
Catatan waktunya lebih lambat 0,760 detik di belakang Marc Marquez yang telah mencatat waktu tercepat.

Di hari sebelumnya juga Lorenzo menempati posisi kesepuluh.
Catatan waktunya pada saat tes di hari pertama hanya berselisih 0,449 detik dari milik Cal Crutchlow yang berada di posisi pertama.

"Kami punya beberapa masalah di motor pertama pada pagi ini, yaitu beberapa celah kecil di sasis," kata Lorenzo.

"Kami harus menyingkirkan motor ini dan ketika saya keluar dengan motor kedua, ada sesuatu yang rusak.
Lalu motornya jadi sangant lambat, saya lebih lambat sedetik dibandingkan pagi hari," tambahnya.

Sebelumnya Lorenzo sempat memuji Desmosedici GP 18 setinggi langit setelah menjadi pembalap tercepat dalam tes MotoGP di Sepang pada bulan lalu.
Pada saat tes di Sirkuit Sepang, dia telah mengukir rekor baru di sirkuit tersebut.

Akhirnya Suzuki Rilis Motor Baru Untuk Iannone dan Rins


LB121 - Sepang - Andrea Iannone dan Alex Rins pun akhirnya mendapatkan motor baru.
Suzuki telah resmi meluncurkan motor baru mereka untuk menghadapi MotoGP 2018.

Jika dilihat dari penampilan luar dari motor baru ini, versi motor GSX-RR tersebut tidak berbeda jauh dari versi lamanya yang tahun lalu.
Motor yang telah didominasi dengan waran biru dengan sedikit corak putih dan kuning pada beberapa bagian itu telah diluncurkan di sirkuit Sepang Malaysia pada hari sabtu (27/1/2018) tepatnya sehari sebelum dimulainya tes resmi MotoGP.

Meski tampilan luarnya tidak begitu terlihat ada perbedaan, Suzuki juga telah berusaha keras melakukan perbaikan di bagian mesin dan sasis.
Motor sebelumnya mempunyai kelemahan dan kelemahan terumanya ketika masuk dalam tikungan.

"Kami sangat menantikan tahun ini," ujar manajer tim Suzuki, Davide Brivio.

Suzuki juga telah meraih satu kemenangan pada tahun 2016 di Silverstone saat Maverick Vinales finis terdepan.
Akan tetapi prestasi menunjukkan tren menurun pada tahun lalu dikarenakan tidak satu pun dari Iannone dan Rins yang naik podium.
Mereka hanya mampu finis di posisi keempat dan itu adalah pencapaian terbaik dua pembalap tersebut.

"Kami punya musim yang sulit pada tahun 2017, tapi seperti yang sudah saya katakan kepada semua orang kami, 2017 bermanfaat dan kami ingin mendapat sisi baik dari kesulitan," tambah Brivio.

"Saya pikir kami sudah belajar banyak dan ini adalh sebuah kesempatan bagus untuk membenahi motor dan tetap bersama sama sebagai sebuah tim" katanya.

Kontrak Baru Rossi Dengan Yamaha Ternyata HOAX


LB121 - Roma - Valentino Rossi dikabarkan telah menanda tangani kontrak baru bersama Yamaha yang berdurasi dua tahun.
Ternyata itu hanyalah kabar HOAX belaka.

Kontrak Rossi dengan tim pabrikan Yamaha pada saat ini akan berakhir ketika musim 2018 tuntas.
Rossi yang akan berulang tahun yang ke 39 pada tanggal 16 februari mendatang itu pun, saat ini masa depannya terus menerus dispekulasikan.

Sebuah media telah menyebutkan bahwa The Doctor telah memperpanjang kontrak baru nya sampai akhir 2020 dengan tim Yamaha.
Akan tetapi setelah di telusuri oleh Speedweek.com menyatakan bahwa kabar itu adalah hoax alias tidak benar.

"Ya, itu kabar bohong," komfirmasi dari Direktur Komunikasi Movistar Yamaha MotoGP William Favero.

Speedweek.com juga menyatakan bahwa media yang telah menyebar hoax tersebut bahkan turut menyertakan kalimat kutipan, yang juga sama tidak benarnya, dari Rossi mengenai keputusannya untuk teken kontrak baru.

MotoGP Ingin Sistem Periode Transfer Seperti Sepakbola


LB121 - London - Ada usulan pada MotoGP untuk menggunakan sistem transfer seperti yang sudah ada pada sepakbola dalam pembahasan kontrak dan masa depan para pembalapnya.

Usul itu dilontarkan oleh pemabalap KTM, Bradley Smith.
Ia mengatakan bahwa usul tersebut sehubungan dengan kian santernya spekulasi mengenai musim 2019, kendatipun musim 2018 belum lagi dimulai.

Spekulasi itu sendiri tidak terlepas dari fakta bahwa mayoritas para rider pada saat ini, termasuk 12 rider pabrikan, akan habis kontraknya menjelang musim 2019 mendatang.
Spekulasi itu pun telah bermunculan jelang MotoGP 2018.

Smith sendiri juga menilai bahwa saat ini tidaklah bijak untuk terburu buru memastikan masa depan satu tim.
Menurutnya, solusi terbaik adalah menjalankan sistem periode transfer rutin seperti yang ada di sepakbola.

Dengan sistem seperti itu, maka semua tim bisa berusaha untuk meminang rider dari tim lain.
Dan dengan adanya sistem transfer, para pembalap juga bisa membuat keputusan mereka masing masin setelah melihat potensi di setiap tim.

"Kita akan selalu bicara soal kontrak.
Jika Anda percaya pada rumor yang sudah berseliweran, bahasan perputaran kepindahan bahkan sudah dimulai," kata Smith.

"Saya sebenarnya baru saja ngobrol dengan Marquez di pesawat saat balik dari Malaysia dan ini semua sudah jadi gila sekali.
Ketika Anda melihat ulang musim lalu secara keseluruhan, saya akan mengatakan ada tiga pabrikan yang terlihat paling tangguh pada tiga titik berbeda dalam ini, padahal sekarang pun kita belum tahu apa yang akan terjadi musim berikutnya (2018), termasuk soal ban."

"Saat ini hampir nyaris diperlukan adanya periode transfer sehingga kita semua bisa membahas segalanya di periode itu, dan di sinilah keputusan dibuat.
Bukan, semisal, tiga musim sebelumnya," tuturnya.

Ducati Resmikan Peluncuran Desmosedici 2018


LB121 - Bologna - Akhirnya pabrikan Ducati pun telah resmi meluncurkan motor untuk MotoGP musim 2018.
Desmosedici kali ini hadir dengan penampilan baru, dengan kombinasi warna merah, abu abu dan putih.

Ducati meresmikan peluncuran Desmosedici 2018 pada hari senin (15/01/2018) petang WIB tepatnya di Bologna.
Acara tersebut pun di buka dengan sambutan dari CEO Ducati, Claudio Domenicali lalu dihadiri berturut turut para pejabat sampai petinggi tim.

Manajer umum Luigi Dall'Igna pun memberi sedikit gambaran dan apa yang bisa diharapkan dari Desmosedici 2018.
Manajer tim Davide Tardozzi bersama Direktur Olahraga, Paolo Ciabatti pun melanjutkan memberi sambutannya.

Momen yang telah dinantikan pun tiba saat motor Ducati untuk musim 2018 launching pertama kali.
Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo pun masuk ke panggung dengan motornya masing masing serta didampingi dengan musik latar yang dramatis.

Desmosedici 2018 pun pada prosesnya menunjukkan bentuk sepenuhnya.
Di musim ini, mereka akan tampil lebih garang ditambah unsur warna abu abu di tengah dan dengan warna khas mereka merah dan putih.

Selain itu, terlihat juga fairing lebar Desmosedici dengan winglet nya.
Pada sektor performa, Ducati telah menjanjikan tenaga yang lebih besar dan tunggangan yang lebih enak dan mudah dikontrol.

"Ini sungguh menakjubkan, sangat indah.
Setiap motor yang sebelumnya bisa saya tunggangi itu sudah cantik, tapi ini punya sesuatu yang berbeda.
kami menambahkan sejumlah warna abu abu, menjadi lebih agresif, lebih menakjubkan," kata Dovizioso.

"Anda harus menaikkan level setiap harinya jadi target kami sekarang adalah untuk bersaing mendapatkan gelar juara dunia.
itu tidak mudah, tapi inilah yang harus kami kerjakan, tampil seperti kami di 2017." tambahnya.

Untuk tambilan muka sudah definitif, pada sektor performa Ducati juga mengatakan semua masih dalam tahap pengembangan.
Gigi Dall'Igna juga memperkirakan versi final pada Desmosedici 2018 akan di luncurkan di seri kedua atau ketiga pada musim ini.

Lorenzo Salut Dan Puji Keberania Marquez


LB121 - Jakarta - Walaupun sudah jatuh berkali kali, namun dia tetap mampu meraih gelar juara di tahun 2017.
Siapa lagi kalau bukan Marc Marquez.
Keberanian Marquez dalam mengambil resiko itu membuat sang rival, Jorge Lorenzo salut padanya.

Meskipun sudah mengalami 27 kecelakaan, namun Marquez masih mampu mempertahankan gelarnya.
jumlah itu 10 lebih banyak daripada musim musim sebelum Marquez dan hanya dilampaui oleh rookie Sam Lowes.

Akan tetapi, ia seakan sudah tahu betul kapan waktunya dia bisa terjatuh dan tidak.
Pasalnya saat di balapan dalam 18 seri, rider Honda Repsol asal Spanyol ini hanya dua kali jatuh.
sedangkan 25 crashnya hanya terjadi saat di latihan bebas, kualifikasi atau saat warm up saja.

"Marquez adalah orang yang istimewa.
Berbeda dari pembalap lainnya.
Jauh lebih agresif, tidak taku jatuh.
Selama ini dia tidak mengalami cedera parah, jadi kepercayaan dirinya tidak banyak terkikis," ucap Lorenzo.

"Tapi memang begitulah cara dia membalap, mentalitas dia, dan juga cara dia hidup.
Selalu gas pol, selalu mendesak, bahkan saat berlatih dengan Supermoto.
Setiap pembalap mempunyai skill tersendiri, bagi dia adalah agresif dan tidak takut terjauth.
Untuk Marquez itu berhasil,"

Lorenzo juga mengatakan bahwa Marquez bukan jatuh tanpa pertimbangan.
Justru dia melakukan sebaliknya.
Menurut Lorenzo, Marquez telah memperhitungkan semuanya pada bagian lintasan yang harus dia putuskan untuk mengambil resiko besar.

"Hal bagusnya untuk Marc adalah sebelum setiap latihan dia melakukan sedikit analisa, dia mempelajari, di area mana saja dia bisa mendesak lebih kuat, mengurangi resiko cedera.
Bagian mana yang lebih baik untuk mendesak, tidak mengambil banyak resiko kecelakaan besar dan cedera parah," sambung nya.

"Jadi dia selalu mencoba untuk terus mendesak di tikungan tikungan yang lebih aman daripada di tikungan tikungan yang punya resiko lebih besar.
Untuk alasan ini, saya pikir dia biasanya tidak cedera."

Tetapi Lorenzo bukan tiper orang yang sama seperti Marquez.
Lorenzo yang telah menjuarai juara dunia MotoGP tiga kali itu, tidak akan mengambil resiko sebesar kompatriotnya itu.

"Saya selalu berpikir lebih baik untuk tidak jatuh.
Tapi juga akan lebih sulit bagi anda untuk tahu seberapa batasnya.
Jadi ada juga keuntungan dan kerugian dengan pendekatan seperti itu." tambahnya.

Lorenzo Berusaha Keras Untuk Beradaptasi Dengan Desmosedici


LB121 - Bologna - Jorge Lorenzo yang telah berganti dari Yamaha ke Ducati terpaksa harus mengubah gaya membalapnya.
Ducati pun memuji hasil kerja keras yang telah dilakukan oleh Lorenzo untuk beradaptasi dengan Desmosedici.

Setelah sembilan tahun menunggangi Yamaha YZR-M1 dan bergemilang kesuksesan, Lorenzo pun akhirnya berganti motor saat tahun lalu.
Pembalap asal Spanyol itu memutuskan untuk pindah ke Ducati dan ia pun harus membiasakan diri dengan motor Desmosedici yang mempunyai karakter yang berbeda.

Dalam 18 seri sepanjang musim 2017, Lorenzo mendapatkan hasil yang kalah jauh dibandingkan rekan setimnya, Andrea Dovizioso.
Lorenzo hanya naik podium tiga kali, dan menempati peringkat ketujuh di Klasemen akhir.

Davide Tardozzi yang menjabat sebagai Manajer tim Ducati MotoGP, mengatakan bahwa Lorenzo sudah berusaha semaksimal mungkin untuk beradaptasi dengan Desmosedici.
Tardozzi juga mengatakan bahwa saat ini Ducati lah yang harus membantu Lorenzo dengan menyediakan motor yang lebih kompetitif.

"Jorge sudah berusaha keras untuk mengubah gaya membalapnya, menyesuaikan gaya membalapnya dengan Ducati, dan akhirnya dia mendapatkan sejumlah hasil," ujar Tardozzi.

"Dia masih belum memiliki apa yang dia perlukan untuk melaju kencang, tapi itu adalah masalah kami.
Kami harus memberinya sesuatu agar dia bisa lebih cepat lagi," tambahnya.

"Karena dia menyesuaikan diri dengan motornya, tapi sekarang adalah waktunya kami melakukan sesuatu untuknya.
Dan kapan pun kami melakukan ini, dia akan sangat cepat!" kata Tardozzi.

Menurut Tardozzi, bahwa Ducati juga harus segera mencari solusi untuk menutupi kelemahan Desmosedici, yaitu kecepatan dalam tikungan.
Jika Ducati bisa melakukannya, hal itu akan sangat membantu Lorenzo dalam setiap balapannya.

Biaggi: Marquez Bisa Memenangi Gelar MotoGP Bersama Ducati


LB121 - Mantan pembalap Max Biaggi menilai Marc Marquez bisa menjadi juara bersama Ducati, yang sejauh ini cukup sulit ditaklukkan banyak rider.
Menurut Biaggi, Marquez akan memenangi gelar MotoGP 2017 bahkan jika ia mengendarai Ducati.

Pembalap Honda Marquez melihat tantangan keras dari Ducati Andrea Dovizioso musim ini untuk merebut gelar juara Premier keempat hanya dalam musim kelima di tingkat atas MotoGP.

Dari persaingan itu, Biaggi beranggapan persaingan pabrikan motor kini lebih kompetitif.
Karena itu, ia yakin Marquez sekalipun bisa juara bersama Ducati karena skill yang dimiliki The Baby Alien.

"Saat ini tiga atau empat pembalap teratas terbelah oleh sepersepuluh persen, jadi saya kira motornya cukup bagus," kata Biaggi.

"Oleh karena itu, saya pikir jika Anda merebut juara dunia dan memakainya di motor lain, dia tetap akan menang.
Jadi, Marquez pasti akan menang juga dengan Ducati."

"Bagaimana anda tidak bisa terkesan dengan apa yang dilakukan Marquez di atas motor?
Cara dia menjaganya saat tergelincir, membuat anda tidak bisa berkata apa apa, atau saat dia hampir crash tapi menghindarinya."

"Ini bukan masalah keberuntungan, melainkan kemampuannya mengelola motor.
Dia melakukan hal hal yang hanya bisa dia lakukan." eks pembalap Honda dan Yamaha itu menjelaskan.

Dovizioso Menunjukkan Bahwa Pembalap Muda Harus Diberi Waktu Untuk Tampil


LB121 - Misano - Valentino Rossi menilai Andrea Dovizioso adalah pembalap sukses karena diberi waktu untuk membuktikan diri.
Menurut The Doctor pada penampilan Dovi musim lalu, menunjukkan bahwa pembalap muda harus diberi waktu.

Dovi tampil dengan gemilang sepanjang musim MotoGP 2017, dan rider Ducati itu memaksa Marc Marquez dari tim Repsol Honda, memperebutkan titel hingga seri terakhir, dan pada akhirnya kalah.
Dovizioso melakukan debut MotoGP di tahun 2008 namun, meski telah menghabiskan dua musim di pabrik Honda atau Ducati, musim ini adalah pertama kalinya dia terlibat dalam pertarungan titel.

Meskipun cuma menjadi runner up, Dovi mencatat prestasi terbaiknya di MotoGP sejak menjalani debut di kelas tertinggi pada 2008.
Sebelumnya, Dovi meraih posisi terbaik dengan menempati peringkat tiga pada tahun 2011.
Dovi masih membela Honda pada saat itu.

Setelah memenangkan hanya dua balapan sebelum tahun ini ia meraih enam kemenangan pada tahun 2017, dan merupakan satu satunya pembalap yang bertahan dalam pertarungan dengan Juara Marc Marquez sampai balapan terakhir.

Rossi pun mengomentari performa Dovi yang memuncak pada musim lalu itu.
Rossi beranggapan itu karena kompatriotnya sudah diberi waktu untuk membuktikan diri di lintasan.

"Bagi saya, kisah Dovizioso adalah cerita yang sangat bagus karena ia telah melewati masa masa sulit dalam karirnya, terutama di MotoGP." kata sang Legenda MotoGP Rossi.

"Semua orang harus belajar darinya karena dia tidak pernah menyerah, dia tidak pernah kehilangan kepercayaan, dan dia memiliki kepercayaan diri."

"Dia memenangkan dua balapan dalam sembilan tahun dan enam balapan dalam satu tahun.
Untuk melakukan ini, anda harus kuat dan seimbang."

"Pasti anda sedang terburu buru, tapi semua orang juga butuh waktu."

"Yang seperti ini, tidak hanya di MotoGP, tidak hanya dalam olahraga kita.
Dalam setiap olahraga, semua orang menginginkan hasilnya secara langsung." tutup rider Movistar Yamaha itu.

Vinales Mengira Setim Dengan Rossi Akan Sulit


LB121 - Maverick Vinales mengatakan bahwa dia menganggap menjadi rekan tim dengan Valentino Rossi di MotoGP Yamaha akan lebih sulit dari yang di perkirakan.
Satu musim sudah Vinales bertandem dengan Rossi dan dia sempat mengira bakal kesulitan, ternyata Vinales justru merasakan sebaliknya.

Vinales beralih ke Yamaha untuk musim 2017 setelah dua tahun bersama Suzuki dan dengan cepat dia membuktikan dirinya dengan penampilannya dalam pengujian.
Ia menggantikan posisi Jorge Lorenzo yang telah memutuskan pindah ke Ducati.

Awalnya, Rossi dan Vinales disebut sebut tidak bakal langsung akrab.
Maklum, The Doctor sempat cekcok dengan Lorenzo ketika kalah dalam perburuan gelar juara MotoGP 2015.

Vinales sendiri juga telah menyadari hal tersebut.
Tapi setelah benar benar bekerja sama di Yamaha sepanjang musim 2017, apa yang dibayangkan oleh Rider 22 tahun itu justru berbeda.

"Saya berpikir jika satu tim bersama rossi, bakal lebih sulit, jujur," kata Vinales.

"Secara keseluruhan, kami bisa mengatur semuanya dengan baik.
Kami juga saling menghormati dan bahwa, dalam situasi sulit yang kami alami sangat lah penting."

Namun Vinales menyangkal bahwa Yamaha telah mengabaikan kebutuhannya untuk memberi pake yang lebih sesuai untuk Rossi, menunjukkan bahwa dia sangat cocok dengan pemain berusia 38 tahun sepanjang musim keduanya saat motor tersebut berkinerja baik dan saat ini sedang berjuang.

"Saat motornya bekerja, kami berdua ada di sana.
Dalam balapan di mana salah satu dari kami memiliki hari yang baik, yang satu juga memilikinya." tambah Vinales.

"Saya tidak menyalahkan Yamaha untuk apapun.
Tim telah memberi saya 100%, itu tidak berubah."

"Saya akan mengatakan bahwa separuh dari situasi itu adalah Honda dan Ducati melakukan pekerjaan dengan baik, dan separuh lainnya adalah kekurangan kita sendiri."

Di kejuaraan dunia MotoGP 2017, Vinales dan Rossi gagal meraih gelar, yang jatuh ke tangan rider Honda Marc Marquez.
Vinales cuma finis di posisi tiga, sementara Rossi di peringkat empat.

Crutchlow: Saya Secepat Dovizioso


LB121 - Alcaniz - Cal Crutchlow mengklaim bahwa dia memiliki kecepatan yang sama persis dengan runner up MotoGP 2017 Andrea Dovizioso.
Dia juga mengatakan bahwa dia pasti sangat dekat dan apabila mereka tetap setim di Ducati, Crutchlow menilai mereka akan bersaing ketat.

Crutchlow menghabiskan dua musim bersama Dovizioso.
Pertama di tim Yamaha Tech3 pada tahun 2012 sebelum dipertemukan kembali di skuad Ducati pada 2014.

Sementara Crutchlow berada di Ducati selama satu musim sebelum pindah ke LCR Honda, Dovizioso tetap berada di Ducati dan berkembang pesat dalam dua musim terakhir.
Pada khususnya di tahun ini, pembalap Italia itu diluar dugaan menjadi pesaing utama Marc Marquez dengan mencatat enam kemenangan meski finish sebagai runner up.

Sambil memuji Dovizioso dan Ducati atas prestasinya di tahun 2017, Crutchlow masih percaya bah dia berada pada level yang sama dalam hal kecepatan.

"Alasan saya pergi dari Ducati adalah dikarenakan Andrea Iannone sudah memiliki kontrak untuk tim.
Bahkan jika saya memenangkan kejuaraan, saya tetap keluar, jadi mengapa bertahan?
Alasan saya pergi bukan karen apa yang bisa ducati lakukan." ucap Crutchlow.

"Dovi telah naik fantastis sepanjang tahu, dan dia juga memiliki tim yang fantastis juga di sekelilingnya, dan tentu saja dengan motor yang bagus.

"Saya rasa saya secepat Dovizioso.
Kalau saya melihat saat saya berada di Tech3 dan saat berada di Ducati, kecepatan kami sama."

"Dan jika saya masih berada di Ducati, kami pasti akan bersaing secara ketat.
Saya harus mengatakan bahwa dia telah membuat sebuah langkah dengan timnya dan motornya pada tahun ini.
Tapi dalam hal kecepatan, saya pikir kami sama cepatnya."

Uji coba MotoGP Valencia: Keinginan Dovizioso untuk Ducati 2018



LB121 - Valencia - Andrea Dovizioso mempunyai satu keinginan untuk Ducati di musim 2018.
Dia berharap Desmosedici bisa berbelok sedikit lebih baik demi kompetitif di tiap akhir pekan.
Dia berpikir sedikit peningkatan kemampuan membalikkan akan cukup lebih bagus.

Dovizioso sudah cukup kompetitif di musim 2017, saat bersaing dengan Marc Marquez untuk gelar juara dunia.
Namun rider Ducati ini pada akhirnya harus puas menjadi Runner-Up dengan meraih 261 poin, di belakang rivalnya dari tim Repsol Honda yang mengumpulkan 298 poin tersebut.

Setelah menjadi Runner-Up MotoGP pada musim 2017 dengan Ducati, Andrea Dovizioso berpikir bahwa ia hanya memerlukan satu perbaikan kecil untuk bisa bersaing di setiap akhir pekan di tahun 2018.
Dan yang mengejutkan, ini membuat Desmosedici menjadi sedikit lebih baik.

Jika bisa ditarik, satu hal yang membedakan Dovizioso dan Marquez, yaitu adalah konsistensi finis di barisan depan.
Baik Dovizioso dan Marquez sama sama enam kali memetik kemenangan, tapi berbeda soal saat masing masing menghadapi situasi yang rumit.

"Saya pikir itu akan cukup, jika kita bisa sedikit memperbaiki, saya tidak ingin mengatakan bahwa kita harus memperbaikinya, karen pastinya kita memiliki beberapa kelebihan lain," ujar nya saat tes di Valencia.

"Jadi saya tidak ingin mengatakan motor kita itu buruk, dan belokannya sangat buruk, saya pikir kita punya poin bagus di motor sekarang, tapi belokan untuk saya dan dari pengalaman saya dengan tim dan motor yang berbeda sangatlah penting.
Jika kita mampu memperbaiki sedikit, itu akan cukup untuk bisa bersaing di setiap akhir pekan."

Marquez relatif lebih bisa membatasi hasil hasil buruk, dengan cuma tiga kali finis di luar tiga besar dan tiga kali gagal finis.
Sementara Dovizioso cuma dua kali gagal finis, namun juga delapan kali finis di luar podium.

Dovizioso pun punya satu permintaan kecil untuk Ducati, tanpa bermaksud untuk mengeluh.
Dia berharap kalau Desmosedici tunggangannya di musim 2018 nanti bisa berbelok sedikit lebih baik.

Bagi Dovizioso dan rekan setimnya Jorge Lorenzo, detil tersebut melibatkan beberapa casis baru untuk membantu menyelesaikan disain Ducati 2018.

"Kami mencoba hal hal kecil, dan sayangnya kami tidak memilik motor'18 di sini untuk benar benar memulai musim depan.
Jadi kami hanya ingin mencoba berbagai hal untuk memutuskan dimana motor'18 ini akan kami tes di Jerez (minggu depan).
Kita masih harus mencoba beberapa hal untuk membuat keputusan."

Rossi Fokus Pada Mesin Baru Yamaha



LB121 - Valencia - Mengevaluasi sebuah mesin baru menjadi prioritas Valentino Rossi atau kerap dijuluki The Doctor ini pada hari rabut lalu di uji coba MotoGP Valencia.
Dengan demikian, pembalap Movistar Yamaha itu menempel pada sasis Yamaha 2016 yang telah ia aktifkan pada sabtu malam di balapan akhir pekan.

"Hari ini kita harus memutuskan dan menguji dengan baik beberapa mesin yang berbeda, jadi kite hanya berkonsentrasi pada itu dulu," kata rossi yang menempati posisi ketujuh dari pembalap Honda Marc Marquez.

"Karena ini adalah tes yang penting, anda tidak boleh melakukan kesalahan.
lebih baik memiliki motor yang sama untuk memahami mesin tersebut.
itu adalah hari yang panjang dan positif.

Mesin baru ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kekuatan tanpa harus kehilangan karakter halus nya dari bagian bawah [RPM].

Valencia tidak begitu cocok untuk menguji mesin karena sirkuit nya yang kecil, tapi kami akan terus mencobanya juga di Sepang dalam waktu sepuluh hari."

Kenyataannya Rossi memilih untuk mengevaluasi mesin baru dengan sasis 2016 yang digarisbawahi bahwa seperti rekan setimnya Maverick Vinales.

Tapi Rossi mengesampingkan mesin baru untuk memecahkan masalah degradasi ban belakang yang menurutnya merupakan kelemahan utama sasis 2016 itu.

"Tidak, mesinnya tidak membantu, kita butuh sesuatu yang lain."

Uji pribadi Yamaha di Sepang akan digunakan untuk membuat keputusan akhir mengenai arahan mesin 2018.

"Kami akan memiliki sasis yang sama di sini," kata Rossi.
"Itu sudah rencananya, karena sasis terakhir yang kami gunakan [prototype 2018 yang sudah memulai debutnya di Silverstone] disiapkan pada akhir musim ini, namun kami memutuskan untuk menggunakannya sebelumnya."

Rossi berharap agar final 2018 Yamaha akan siap untuk tes resmi di waktu berikutnya, yang akan digelar di sirkuit Malaysia pada akhir januari.

"Saya berharap ini akan siap, karena bagi saya Yamaha harus melakukan pekerjaan yang lama dengan keseimbangan motor." dengan kata lain, sasisnya.

Musim Dingin Telah Tiba, Saatnya MotoGP 2018



LB121 - Jakarta - MotoGP 2017 telah usai.
Sudah waktunya fokus beralih ke MotoGP 2018.
Perjalanan menuju musim baru akan melewati proses krusial di musim dingin, dan di mulai hari ini juga.

Ya, pada hari selasa (14/11/2017) ini tes resmi MotoGP 2018 akan di mulai dan dilangsungkan.
Tes tersebut berlangsung di sirkuit Ricardo Tormo yang beberapa hari sebelumnya baru saja menghelat balapan dramatis penentu gelar juara dunia MotoGP.

Tes di Valencia itu sekaligus bakal menjadi momen para rookie dan memberi "salam perkenalan" dengan kelas primer.
Ketiga rookie tersebut adalah trio Thomas Luthi, Franco Morbidelli, dan Takaaki Nakagami.

Berlangsung selama dua hari, 14 dan 15 November, tes ini akan memberi kesempatan pertama untuk para rider menentukan arah kemana proses pengembangan motornya sepanjang musim dingin.
Langkah pertama sudah tentu krusial.

Tes Pramusim MotoGP 2018:
14-15 November – Valencia
28-30 Januari – Sepang
16-18 Februari – Buriram
1-3 Maret – Qatar

Kalender Balap MotoGP 2018:
18 Maret: MotoGP Qatar - Losail
8  April: MotoGP Argentina - Termas de Rio Hondo
22 April: MotoGP Austin - Circuit of The Americas
6  Mei: MotoGP Spanyol - Jerez
20 Mei: MotoGP Prancis - Le Mans
3  Juni: MotoGP Italia - Mugello
17 Juni: MotoGP Catalunya - Catalunya
1  Juli: MotoGP Belanda - Assen
15 Juli: MotoGP Jerman - Sachsenring
5  Agustus: MotoGP Republik Ceko - Brno
12 Agustus: MotoGP Austria - Red Bull Ring
26 Agustus: MotoGP Inggris - Silverstone
9  September: MotoGP San Marino - Misano
23 September: MotoGP Aragon - Aragon
7  Oktober: MotoGP Thailand - Chang Buriram
21 Oktober: MotoGP Jepang - Motegi
28 Oktober: MotoGP Australia - Phillip Island
4  November: MotoGP Malaysia - Sepang
18 November: MotoGP Valencia - Ricardo Tormo

Ducati Tidak menyalahkan Lorenzo



LB121 - Jakarta - Kubu Ducati tak menyalahkan Jorge Lorenzo yang menolak memberikan posisinya pada Andrea Dovizioso.

Berulang kali kubu Ducati mengirim pesan kepada Lorenzo untuk memberikan posisi ke empat yang dia tempati pada Dovizioso.
Tapi pesan pesan yang disampaikan melalui dashboard motor dan pit-board itu tak di hiraukan oleh Lorenzo.

Dalam pernyataannya usai balapan, Lorenzo membela diri dengan mengatakan kalau dia justru membantu Dovi dari posisi depan.
Pembelaan Lorenzo itupun diterima oleh Ducati.

"Jadi, sejujurnya, anda tidak bisa menilai orang dengan sempurna dari apa yang dilihat di layar televisi.
Dan jika seorang pembalap tahu dirinya punya kecepatan untuk mendekatkan jarak dengan rider di depannya, dan pembalap lain mengikuti di belakang untuk mendapatkan keuntungan karena mengikuti jalur yang bersih, saya pikir itu tidak masalah," ucap Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti.

Aksi Lorenzo menolak memberi posisinya pada Dovi juga tak membuat Ducati kecewa.
Kekecewaan akan datang bila seandainya Marquez jatuh dan Lorenzo yang menjadi Juara.

"Kami tidak kecewa.
Kami akan kecewa jika Marc jatuh dan Lorenzo yang menang, sementara Dovi di posisi kedua.
Tapi kasusnya tidaklah seperti itu."

"Seperti yang saya katakan, kadang Anda membuat penilaian berdasar apa yang anda lihat.
Tapi pembalap berada di atas motor, dia tahu jika dia memaksimalkan bila dia punya jarak dengan pembalap di depannya dan membantu rekannya," lanjut Ciabatti seperti diberitakan Crash.

Meski begitu, Ciabatti tak menyangkal kalau usaha untuk meminta Lorenzo mundur terus menerus.
Sebabnya mereka merasa di beberapa bagian sirkuit, Dovizioso justru lebih cepat.

"Dalam pandangan kami, di beberapa area, Lorenzo menghambat Dovizioso," tegasnya.

Sirkuit Silverstone Akan gelar MotoGP Hingga 2020



LB121 - Silverstone - Sirkuit Silverstone dipastikan akan terus menggelar MotoGP.
Dorna Sports, penyelenggara MotoGP, Mengumumkan durasi di sirkuit Inggris itu hingga nanti tahun 2020.

Sempat muncul kabar bahwa, MotoGP musim ini menjadi yang terakhir di Sirkuit Silverstone.
Dalam prosesnya, Dorna Sporst justru menambah durasi kontrak dengan Sirkuit Silverstone hingga tiga tahun mendatang.

"Dorna Sports mengumumkan Sirkuit Silverstone akan menjadi tuan rumah MotoGP seri inggris untuk tiga tahun ke depan.
Silverstone adalah sirkuit inggris yang ikonik.
Jadi, secara alamiah kami senang melanjutkan balapan di trek ini," ujar CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, di situs resmi MotoGP.

"Inggris merupakan pasar yang penting untuk Dorna dan harus tetap berada di dalam kalender MotoGP.
Terutama, dengan rencana memperkenalkan British Talent Cup di tahun depan, yang kami harap akan menginspirasi generasi penerus bakat rider muda di inggris," tambahan darinya.

Managing Director Sirkuit Silverstone, Stuart Pringle, menyambut antusias.
Sirkuit Silverstone akan segera menatap musim depan.

"Kami sudah menginvestasikan waktu dan dana yang tak sedikit dalam beberapa tahun terakhir untuk memastikan fans dan tim bisa balapan di silverstone.
Balapan roda dua merupakan warisan dari Silverstone setara dengan balapan roda empat.
Kami akan menyiapkan diri untuk menyambut balapan di bulan Agustus tahun depan," ujar Pringle.

Dovizioso Tidak Punya Banyak Pilihan Untuk Menjadi Juara


LB121 - Jakarta - Rider Ducati Andrea Dovizioso benar-benar tak punya banyak pilihan untuk menjaga peluang di perebutan titel. 
Ia harus menang di Valencia, dan dengan hasil itu pun belum memastikannya jadi juara dunia.

Kemenangan di Sepang, Malaysia, pada tanggal 29 Oktober lalu memang sudah membuat Dovizioso masih bisa bernapas dalam persaingannya untuk memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2017 dengan rider Repsol Honda Marc Marquez.

Akan tetapi, tambahan poin penuh dari balapan tersebut juga tidak lantas membuat peluang Dovizioso jad besar besar amat.
Faktanya ia masih ketinggalan 21 poin dari Marquez menjelang seri pamungkas di Ricardo Tormo, Valencia.

Dengan besarnya selisih di antara kedua pembalap tersebut, satu satunya pilihan yang dimiliki Dovizioso adalah untuk tetap berpeluang menjuarai musim dengan lewat kemenangan di Valencia pada tanggal 12 November nanti.

Podium teratas di Valencia nantinya juga tidak otomatis membuat Dovizioso akan menjadi juara dunia.
Ada Syarat syarat, relatif berat, yang harus terpenuhi demi dirinya menjadi Juara.

Pertama tama, Dovizioso bisa berharap Marquez tidak bisa menambah angka di Valencia.
Bukan hal mustahil, kendatipun juga tidak akan mudah terwujud, dengan Marquez musim ini pernah gagal menambah poin dalam tiga seri balapan sebelumnya.

Selain itu, Dovizioso juga dapat berharap bahwa jika pun nantinya Marquez bisa menambah poin, jumlahnya tidak lebih daripada empat angka saja.

Dalam skenario pengandaian tersebut, Dovizioso menang (+25 poin) dan Marquez finis ke 12 (+4 poin), kedua rider akan sama sama memiliki 286 poin.
Dovizioso berhak jadi juara dunia karena bakal punya jumlah seri kemenangan lebih banyak daripada Marquez musim ini.
Sejauh ini kedua rider sama sama punya enam kemenangan.

"Kami butuh kemenanga, itulah satu satunya kesempatan kami untuk merai titel," kata Manajer Umum Ducati Corse Gigi Dall'Igna seperti dilansir Speedweek.com, ketika bicara mengenai peluang Dovizioso untuk menjadi juara dunia di Valencia.

Marquez atau Dovizioso? Valencia Akan Menjadi Penentunya



BT - Jakarta - MotoGP Valencia akan menjadi penentu siapa berhak menyandang status juara dunia 2017.
Antara Marc Marquez dan Andrea Dovizioso, siapa yang punya catatan lebih oke di sana?

Menjelang seri terakhir di Valencia, Marquez dalam posisi lebih diuntungkan untuk mempertahankan gelar juara dunianya.
Rider Repsol Honda itu mengoleksi 282 poin, sementara Dovizioso berjarak 21 angka di belakangnya (261).

Dengan komposisi seperti itu, Marquez akan bisa menjadi juara hanya dengan finish di urutan 11.
Sementara Dovizioso akan jadi kampiun jika dia jadi juara dan di saat bersamaan Marquez finish di urutan 12 atau lebih buruk.

Terlepas dari hitung hitungan tersebut, Marquez punya statistik yang sangay bagus di Sirkuit Ricardo Tormon.
Khususnya  di kelas MotoGP dia selalu berhasil naik podium sejak tahun debutnya di 2013.

Berturut turut sejak tahun 2013 Marquez menjadi juara di musim 2012.
Sementara di 2011 dia tidak berpartisipasi.
Hasil terburuk Marquez di Valencia adalah finish di posisi 17, ketika itu dia masih mengendarai motor 125cc pada musim 2009.

Bagaimana dengan hasil Dovizioso?

Dovizioso tidak mempunyai statistik yang oke di Valencia.
Dari sembilan kali tampil di sana pada kelas MotoGP, dia cuma sekali naik podium.
Itu terjadi pada tahun 2011 saat kelas 125cc Dovizioso sempat jadi runner up di tahun 2004.

---------------------------                                                                                   ---------------------------
Mar Marquez di Valencia                                                                        Andrea Dovizioso di Valencia




                                   

Trek Basah Membuat Rossi Kesusahan



BT - Sepang - Berharap naik podium, Valentino Rossi nyatanya cuma finis ketujuh di MotoGP Malaysia. Pembalap Yamaha itu mengaku motornya masih bermasalah, bahkan berbahaya.

Rossi start dari posisi empat dalam balapan MotoGP Malaysia yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Minggu (29/10/2017). Ia membawa harapan bisa finish di podium.

Target itu tak lepas dari hasil sesi latihan bebas kedua, pada hari Jumat (27/10).
Saat itu, dalam kondisi trek yang basah, Rossi berada di posisi keenam, setelah di sesi pertama cuma menempati posisi 12.

Namun, dalam kondisi trek yang juga basah lantaran hujan yang turun sebelum balapan berlangsung,Rossi justru tercecer. Ia cuma finish di posisi ketujuh dengan catatan waktu 45 menit 22,226 detik.

Rossi menjelaskan, masalah grip ban belakang motornya kembali muncul saat balapan. ia menyatakan motornya jadi sulit dikendarai, dan menjadi lebih berbahaya di atas lintasan basah dan bisa membuatnya terjatuh.

"Anda tahu, saya cukup khawatir, tapi tidak berputus asa (ketika hujan turun) sebab pada hari jumat di kondisi basah, aku punya masalah yang sama tapi tetap saja bisa menempati posisi keenam.
Sejak saat itu kami banyak membenahi motor dan saya yakin hal itu bakal berhasil," Rossi menjelaskan seperti dilansir Crash.net.

Tapi sayangnya, saya punya masalah yang sama persis seperti hari jumat.
kami tidak punya grip sama sekali.
motor menjadi sangat sulit di kendarai, juga sangat berbahaya, dan anda langsung tahu kalau mencoba memacunya lebih kencang, ya bisa jatuh.
seperti yang terjadi di motegi," kata Rossi.

Balapan MotoGP Malaysia dimenangi oleh pembalap Ducati Andrea Dovizioso, disusul rekan setimnya Jorge Lorenzo, serta Johann Zarco dari tim Monster Tech3.
Sementara itu, rekan setim Rossi, Maverick Vinales, juga mengalami masalah yang sama sehingga finish di posisi ke sembilan. 

"Sangat disayangkan karena kami butuh hasil bagus untuk menegaskan (podium) di Phillip Island.
Dan saya pikir dalam kondisi kering aku kompetitif.
Di sepanjang akhir pekan saya cukup bagus, jadi saya pikir saya bisa menjalani balapan yang bagus," ujar Rossi.

"Sayangnya terjadi hujan, tapi Anda harus siap dalam segala kondisi.
Saya tadinya berharap bisa lebih baik daripada di Motegi.
Tapi, kenyataannya tidak.
Motor ini tetap sulit dikendarai," katanya.