LB121 - Selain tongkat komando dan kacamata hitamnya, hal lain yang tidak kalah menjadi ciri khas penampilan Soekarno adalah peci hitamnya yang sangat sering dikenakannya.
Terlihat sih cuma seperti penutup kepala saja, akan tetapi di balik peci hitam Presiden pertama Republik Indonesia ini, ternyata lebih dari sekedar aksen fashion semata.
Ada banyak fakta unik dibaliknya.
Fakta apa sajakah itu?
Berikut fakta unik peci hitam Soekarno.
1. Dibeli di Tanah Abang
Peci hitam Presiden Soekarno tidak dibeli dari toko khusus ataupun dibuat khusus presiden.
Peci beliau ternyata hanya peci biasa saja yang dibeli di Tanah Abang.
Kisahnya, pada suatu hari Bung Karno datang ke warung mie bernama Warung Subur yang lokasinya tidak jauh dari Tanah Abang.
Ketika di warung tersebut, Bung Karno memperhatikan peci yang dipakai oleh sang pemilik warung, Abdurrahim.
Beliau pun bertanya dimana tempat membeli peci hitam tersebut.
Dengan segera Abdurrahim pun mengantarkan Bung Karno ke tempat seorang pembuat peci di Tanah Abang yang bernama Mustofa Ahmad.
Bung Karno pun langsung tertarik dengan peci peci buatan Mustofa Ahmad dan sejak itulah beliau suka memesan peci di sini.
2. Sekali pesan peci bisa sampai Selusin
Karena sukanya dengan peci buatan Mustofa Ahmad, Bung Karno kadang sekali pesan peci bisa sampai selusin.
Hal itu dikatakan oleh Bahtinoor yang merupakan murid terakhir Datuk Mujin bin, Sa'abah, datuk yang dulu sering dikunjungi oleh Bung Karno.
Banyak juga ya cadangannya biar bisa buat gonta ganti.
3. Sengaja dipakai agak Miring
Kalau diperhatikan dengan lebih sering di foto-fotonya Bung Karno, peci yang dipakai itu selalu terlihat agak miring.
Nah ternyata itu bukan kebetulan karena Bung Karno memang sengaja mengenakan pecinya agak miring.
Tujuannya adalah untuk menutupi bekas luka di dahi yang akiba dulu beliau terjatuh dari pohon beringin di depan rumahnya sewaktu bermain.
4. Ada alasan dibalik pemilihan warna Hitam
Konon, salah satu penguasa di Eropa menjadikan warna hitam sebagai simbol kekuasaan, kesuksesan, dan kedisiplinan.
Dari situlah Bung Karno kemudian memilih peci warna hitam.
Hanya saja warna hitam kemudian beliau ubah sebagai simbol egaliter, solidaritas, dan perjuangan bersama melawan ketertindasan.
5. Bukan sekedar sebagai penutuh Kepala
Selain dari segi warna, peci hitam yang dikenakan Presiden Soekarno memiliki banyak simbol lainnya.
Salah satunya adalah sebagai identitas.
Peci yang dulu hanya dipakai oleh bangsa Melayu, terutama kaum buruh, kemudian dipopulerkan oleh Soekarno dan dijadikan sebagai simbol Pergerakan, perlawanan terhadap penjajah dan kepribadian bangsa.
Beliau mengatakan bahwa Indonesia perlu memiliki identitas nasional dan dipililah peci hitam waktu itu.
Bung Karno kemudian sering mengenakan peci hitam dan memadukannya dengan jas dan dasi untuk menunjukkan kesetaraan antara Indonesia dan bangsa penjajah.
Peci hitam Presiden Soekarno ternyata menyimpan kisah-kisah unik dan menjadi simbol-simbol penting.Tidak hanya dalam pemikiran dan tindakan, dalam penampilan pun, beliau secara implisit juga selalu menunjukkan perlawanan terhadap penjajah.









