LB121 - Jakarta - Sebuah pesan berantai yang beredar di jejaring media sosial yang menyebutkan bahwa tidak kencing di malam hari dapat menyebabkan penyakit jantung.
Disebutkan juga pada pesan ini jika seseorang enggan minum dan buang air kecil di malam hari, dapat menyebabkan ancaman penyumbatan jantung dan pembuluh darah lainnya.
Berikut ini adalah isi pesan broadcast tersebut:
"JANGAN MALAS UNTUK KENCING MALAM AGAR TIDAK MATI DISERANG JANTUNG BAGI USIA YANG SUDAH MENUA
Satu info kesehatan penting bagi orang awam tentang masalah kencing malam, jantung dan penyumbatan pembuluh darah
Masalah kencing malam, jantung dan peyumbatan darah otak"
Ini adalah pengetahuan penting tentang pencegahan STROKE!!!
Gejala paling umum pada orang tua adalah masalah KENCING MALAM
Karena takut kencing malam hari, orang takut minum air, tak tahu bahwa tak minum air sebelum tidur dan bangun malam sehabis buang air kecil juga tak minum air, itu adalah PENYEBAB utama penyumbatan pembuluh darah otak dari orang tua di pagi hari.
Sebenarnya, kencing malam bukanlah masalah kantong kemih, penyebabnya adalah PENUAAN fungsi jantung.
Daya hisap darah atrium kanan dari bawah tubuh sudah berkurang."
Dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA atau yang akrab disapa dr Ayu dari RS Mayapada Lebak Bulus juga telah meluruskan informasi tersebut.
"Wah nggak ada hubungannya kencing malam dan penuaan pada fungsi jantung.
Tubuh memang butuh air, karena porsi terbesar tubuh adalah air.
Tapi nggak ada hubungannya sama penuaan fungsi jantung," kata dr Ayu.
Dr Ayu juga menyebutkan bahwa terminologi dari penuaan fungsi jantung yang disebutkan dari pesan tersebut agak rancu.
Bila maksudnya penurunan fungsi jantung, itu dapat disebabkan oleh serangan jantung, aritmia. darang tinggi, penyakit katup, dan lainnya.
"Jika maksud penuaan fungsi jantung secara awam mungkin penyakit degenartif (penuaan) seperti klasifikasi (pengapuran) pada katup katup jantung," tambahnya.
Akan tetapi, menurut dokter yang menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini kurang minum memang bisa memberikan efek buruk bagi tubuh yakni pengentalan darah.
Beberapa waktu lalu pada kesempatan berbeda, dr Budi Wiweko, SpOG(K), Ketua Indonesian Hydration Working Group mengatakan efek jangka panjang dehidrasi menimbulkan gangguan fungsi ginjal atau batu ginjal.
"Salah satu efek jangka panjang dehidrasi adalah menimbulkan gangguan fungsi ginjal, dan nantinya bisa menyebabkan batu ginjal.
Batu ginjal ini yang menyebabkan saluran kencing mampet dan membuat rasa nyeri atau kolik," kata dokter yang sering disapa dr Iko.




