Ia pun menyatakan bahwa cekcoknya dengan Mourinho saat ini sudah menjadi urusan pribadi.
Perang kata kata yang telah terjadi antara mereka berdua dalam sepekan terakhir.
Hal itu dipicu karena komentar dari Mourinho yang telah menyebut Conte, juga Juergen Klopp, manajer Liverpool, sebagai badut lapangan.
Conte pun kemudian membalas Mourinho dengan mengatakan manajer Manchester United sudah pikun, bahwa dirinya juga pernah bersikap serupa di pinggir lapangan.
Tidak mau kalah, Mourinho pun menggali luka lama Conte, yang sempat dihukum empat bulan dikarenakan tuduhan pengaturan skor.
Dalam kasus itu, Conte pada prosesnya sudah dinyatakan tidak bersalah sama sekali.
Conte pun tidak terima dengan komentar Mourinho dan mengecap pria 54 tahun itu sebagain manusia kerdil yang penuh kepalsuan.
Jelang pertemuan antara Chelsea dengan Arsenal dalam laga semifinal Piala Inggris, hari kamis (11/1/2018) dinihari WIB, Conte telah ditanya apakah menyesal sudah meladeni Mourinho.
"Saya punya tampang seperti ini, apa terlihat seperti orang yang penuh penyesalan?
Saya tidak berpikir begitu.
Saya pikir kami berdua mengatakan banyak hal dan kita akan melihat apa yang terjadi di masa depan," kata Conte.
Keduanya mendapat perhatian dari Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) akibat perseteruan mereka.
Namun menurut laporan dari ESPN, FA tidak akan ikut campur dalam masalah saat ini.
Akan tetapi FA tetap memiliki kewenangan untuk berkomunikasi dengan Mourinho dan Conte untuk mencari penjelasan dalam perseteruan mereka berdua.
"Saya kira itu tidak penting bagi FA, itu tidak penting.
Mourinho mengatakan kata kata serius dan menggunakan kata kata serius.
Saya tidak akan melupakan itu.
Ini juga buka masalah klub, ini adalah masalah antara saya dia Mourinho." tegas Conte.




