LB121 - London - Ada usulan pada MotoGP untuk menggunakan sistem transfer seperti yang sudah ada pada sepakbola dalam pembahasan kontrak dan masa depan para pembalapnya.
Usul itu dilontarkan oleh pemabalap KTM, Bradley Smith.
Ia mengatakan bahwa usul tersebut sehubungan dengan kian santernya spekulasi mengenai musim 2019, kendatipun musim 2018 belum lagi dimulai.
Spekulasi itu sendiri tidak terlepas dari fakta bahwa mayoritas para rider pada saat ini, termasuk 12 rider pabrikan, akan habis kontraknya menjelang musim 2019 mendatang.
Spekulasi itu pun telah bermunculan jelang MotoGP 2018.
Smith sendiri juga menilai bahwa saat ini tidaklah bijak untuk terburu buru memastikan masa depan satu tim.
Menurutnya, solusi terbaik adalah menjalankan sistem periode transfer rutin seperti yang ada di sepakbola.
Dengan sistem seperti itu, maka semua tim bisa berusaha untuk meminang rider dari tim lain.
Dan dengan adanya sistem transfer, para pembalap juga bisa membuat keputusan mereka masing masin setelah melihat potensi di setiap tim.
"Kita akan selalu bicara soal kontrak.
Jika Anda percaya pada rumor yang sudah berseliweran, bahasan perputaran kepindahan bahkan sudah dimulai," kata Smith.
"Saya sebenarnya baru saja ngobrol dengan Marquez di pesawat saat balik dari Malaysia dan ini semua sudah jadi gila sekali.
Ketika Anda melihat ulang musim lalu secara keseluruhan, saya akan mengatakan ada tiga pabrikan yang terlihat paling tangguh pada tiga titik berbeda dalam ini, padahal sekarang pun kita belum tahu apa yang akan terjadi musim berikutnya (2018), termasuk soal ban."
"Saat ini hampir nyaris diperlukan adanya periode transfer sehingga kita semua bisa membahas segalanya di periode itu, dan di sinilah keputusan dibuat.
Bukan, semisal, tiga musim sebelumnya," tuturnya.




