LB121 - Jakarta - Sakit mag memang terkesan sepele seperti sakit perut biasa, namun tak sedikit juga kita kerap mendengar kabar tentang seseorang yang meninggal dunia lantaran penyakit ini.
Nah, apakah benar mag bisa menjadi penyakit yang mematikan bagi seseorang?
Dikatakan oleh Dr.Kevin William Hutomo, dokter umum dari rumah sakit Permata Depok, sakit mag yang kronis atau berjalan dalam waktu lama dan tidak diobati secepatnya dapat menyebabkan iritasi serta penipisan pada dinding lambung.
Pada daerah dinding lambung yang sudah menipis, rentan sekali terjadi erosi akibat paparan dari asam lambung dalam waktu yang lama.
"Hal ini kemudian menimbulkan pendarahan di daerah lambung, yang dapat menyebabkan gejala klinis berupa muntah darah ataupun BAB berwarna kehitaman.
Namun, biasanya pendarahan tersebut dapat berhenti sendiri secara spontan," ujar Dr.Kevin.
Lanjut Dr.Kevin, kecuali pada keadaan lambung yang memiliki erosi akibat stres fisiologi lambung, yang diperkirakan karena minum minuman beralkohol dalam jangka waktu lama atau minum obat obatan NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) secara berlebihan secara terus menerus yang dapat memperluas iritasi lapisan dinding lambung.
"Bila tidak mengonsumsi obat obatan yang bisa mencegah penyakit lambung, maka iritasi pada dinding lambung akan berlanjut terus menerus dan akan menyatu menjadi beberapa luka sariawan yang bisa menyebabkan pendarahan di daerah saluran cerna atas," ungkap Dr.Kevin.
Dr.Kevin menegaskan, selain menyebabkan pendarahan di daerah saluran cerna atas, bisa juga menyebabkan penyakit tersebut semakin parah sehingga dapat meningkatkan resiko kematian karena pendarahan yang terjadi di beberapa tempat di saluran cerna atas.




