CARI WEB YANG BONUS NYA BESAR? DAN JP BERAPA PUN DI BAYAR? AKU BISIKIN MANJA NIH CUSS KESINI NIH BEBS ,SINDIKAT303 INI BUKAN KALENG - KALENG !! 🥰🥰

LB121 - Ini adalah kisah nyata di suatu desa di pinggiran kota Solo, dan ini menjadi sebuah trauma di desa saya, sehingga saya memberikan nama nama samaran supaya tidak merugikan pihak lain.
pada pertengahan bulan Maret, desaku kedatangan sekelompok mahasiswa dan mahasiswi yang akan melakukan kuliah kerja nyata atau disebut juga KKN.

Mungkin karena ini adalah baru pertama kalinya desaku jadi tempat tujuan KKn anak kuliah sehingga penduduk desaku sangat gembira mendengar akan ada mahasiswa yang akan ikut membantu meringankan beban dalam membangun desa kami terutama kepala dusun.

Kebetulan rumah tinggal yang di pinjamkan oleh kepala dusun untuk sekelompok mahasiwa itu bersebelahan dengan rumah saya, sehingga secara otomatis saya jadi dapat berkenalan dengan mereka.
Mereka beranggotakan delapan orang.
lima diantaranya cowok, dan tiga lainnya cewek.
kebanyakan mereka bukan orang Solo asli.

Mereka ada yang berasal dari Bandung, Sumatera, dan Sulawesi, cuma satu orang yang berasal dari Solo.
Mereka ditugaskan oleh kepala dusun desa saya untuk membangun sebuah kamar mandi umum untuk sarana desa yang selama ini belum juga terbangun.

Setiap hari, ketika mereka sibuk dengan pekerjaan mereka, aku selalu memperhatikan salah satu anggota cewek dari ketiga mahasiswi tersebut.
Ia bernama Ayu, usianya sekitar 22 tahun, lebih tua 3 tahun dari saya saat itu.
Tingginya sekitar 167 cm, asalnya dari Bandung.
Para pembaca tau sendirikan kalau orang Bandung umumnya berkulit putih mulus.

Saya selalu memperhatikan Ayu karena tubuhnya yang indah dan bahenol gitu, ia memakai BH yang berukuran sekitar 34 atau lebih, karena memang payudaranya sangat menonjol, apalagi saat kerja ia hanya mengenakan kaus ketat dan memakai celana gunung hanya pada bagian atasnya saja.
ya mungkin karena panas sehingga bagian bawahnya tidak dipakainya saat bekerja.

Meskipun saat berdiri hanya sampai lutut, tetapi saat berjongkok, atau duduk bersila, pahanya yang putih mulus itu sangat terlihat jelas dan saat berkeringat, BH nya terlihat jelas karena tercetak terkena keringat.
Saya jelas sangat tergoda dan bernafsu, apalagi di desaku jarang melihat cewek putih dan bohai seperti dia.

Suatu hari, saat mereka sedang bekerja keras, entah mengapa Ayu minta diantarkan temannya ke tempat tinggalnya yang berjarak sekitar 200m dari tempat kerjanya, aku langsung mengikutinya karena cuma gadis itulah yang saya sukai tubuh seksinya.

sesampai dirumah mereka, Silvi teman Ayu yang mengantarkannya, diminta Ayu untuk segera kembali ke teman temannya untuk membantu pekerjaan yang sedang mereka kerjakan agar cepat selesai gitu.
mungkin karena kelelahan, ia langsung pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri.

karena rumah yang ditempatinya bukan termasuk rumah orang kaya maka kamar mandinya pun terlihat sederhana sekali, pintunya saja hanya terbuat dari seng yang tidak bisa tertutup rapat.
Bagian bawahnya terbuka sekitar 5cm, dan bagian kanan - kiri pintu juga mudah untuk diintip.

Saya sudah hafal dengan bentuk kamar mandi ini karena saya sering diam diam mengintip dua anak Pak Kadus yang masih SMP dan SMU saat mereka sedang mandi.
Meskipun mereka berwajah manis, tetapi masih kalah putih dan seksi dibandingkan dengan si Ayu.
2x lipat jauh lah.

Saya masuk lewat halaman belakang karena kamar mandinya juga terletak di halaman belakang.
Mungkin karena sudah merasa aman setelah pintu depan ditutup dan dikunci rapat, ia mandi dengan santai sambil menyanyi nyanyi lagu pop Britney Spears kesukaannya.

Saat aku mulai mengintip, ia sedang berjongkok untuk kencing sehingga aku mulai khawatir kalau ia melihatku sebab ia berjongkok menghadap pintu depan kamar mandi sedangkan akau mengintipnya dari bawah pintu.
Tapi untungnya ia hanya melihat kebawah lantai.

Saat ia kencing itulah yang membuat aku merasa terangsang.
Vaginanya terlihat jelas karena terbuka lebar dengan bulu bulunya yang keriting dan lebat, dan yang paling kusukai dari dia tentunya adalah karena ia masih perawan.
Aku jadi ingin merasakan bagaimana rasanya vagina cewek yang masih perawan karena selama ini aku hanya berpacaran dan berhubungan intim dengan wanita yang sudah tidak perawan lagi dan tidak secantik dia.

Setelah ia selesai mandi, aku ingin segera keluar dari rumah itu, tapi karena hari itu hujan, aku terpeleset saat manjat tembok dan menyenggol pot tanaman hingga ia langsung keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk untuk melihat suara apa itu dan langsung memergokiku.

"Loh mas, kok disini, lagi ngapain kamu mas?"
"Eh.. Emm.. Saya ee.. Lagi manjat tembok tapi kepeleset." alasanku padanya.

Karena sudah tak tahan melihat tubuhnya yang putih mulus dan wangi itu, aku mendekatinya dan tanpa basa basi langsung kusekap mulutnya.
Dengan mudahnya aku dapat meringkusnya dengan mengikat tangannya karena di tempat itu terdapat banyak tali tali tambang, dan kuseret dia ke dalam kamar tidur entah milik siapa.

Di situ aku buka ikatannya dan langsung kubuka handuknya sehingga ia telanjang bulat.

"Jangan Mas, jangan, kita kan tetangga", ia hanya dapat menangis dan memohon mohon saat aku melepaskan semua bajuku.
"Emang gue pikirin, aku dah nggak tahan ngeliat tubuh seksi lu!!", bentakku.

Burungku yang berukuran 18cm ini langsung tegak menodong ke arahnya.
Aku langsung menubruk dia.
karena ia melakukan perlawanan, terpaksa aku menampar dan sedikit mencekiknya, karena hanya dengan cara inilah dia akhirnya dapat lemas dan menyerah tanpa membuat lecet kulit putih mulusnya.
aku mulai menciumi bibir tipisnya dan menjilati wajahnya sambil meremas remas payudara dan memelintir putingnya, lalu aku melumat payudara dan menggigiti putingnya.

"Aah.. Aah sakit Mas!", rintihnya lalu aku mulai meletakan penisku di atas vaginanya.
"Jangan digituin Mas, ampun Mas", ia memohon sambil mengeluarkan air matanya.
"Santai aja Mbak, enak kok."
"jangan Mas, jangan.. Aacch.. Aacch.. Uucch sakit.. Ooch!!", ia menjerit kesakitan saat aku berusaha keras memasukkan penisku kedalam vaginannya yang masih tertutup rapat.

Lalu kubalik posisi tubuhnya sehingga ia berlutut dan ku pukul pukul pantatnya hingga memerah, sambil kujilat jilat pantat mulusnya.

"Wow, pantat Mbak indah juga ya, bulet tapi sekal banget."

Saat hampir kumasukkan penisku ke vaginanya, tiba tiba pintu terbuka dan ada orang masuk.
Ayu tahu bahwa itu pasti temannya sehingga ia langsung berteriak meminta tolong.
Orang itu mendengar teriakan Ayu lalu langsung menuju kamar ini hingga ia terkejut bukan main.

"Hey, sedang apa kau?"
"Eh.. Mm anu aku.." saya bingung mau menjawabnya.

Ayu sempat lega melihat salah seorang temannya datang.
Teman pria Ayu itu sempat ingin marah ketika Ayu akan kusodomi.
Tapi ketika melihat kemolekan tubuh Ayu, ia jadi terdiam sesaat.
Mungkin ia juga terangsang, karena saat aku melihat bibirnya ia menguncapkan kata "WoW" dengan lirih secara tidak sengaja.
Tanpa disangka ia malah memberi penawaran kepadaku.

"Kalo lu ngasih saya bagian dari tubuh sexy ini, saya nggak bakalan ngomong ama tetangga sebelah, OK?"
"Oh boleh saja, kita nikmati bareng bareng aja." tentu saja aku setuju daripada di keroyok masa.

dia langsung membuka bajunya yang sudah basah terkena hujan.

"Loh, Rob kamu ini gimana, aku ini temanmu." Ayu merasa kecewa ketika ia melihat temannya itu sedang mengeluarkan penisnya dari celananya.
"Iya aku juga tau lu itu temanku, tapikan cuman teman KKN aja dan selama ini aku selalu terangsang ngeliat tubuh lu saat ngintip lu mandi, he.. he.. he", ujarnya.

Aku langsung melanjutkan kegiatanku tadi.
Saat Ayu masih berdebat dengan temannya, langsung saja kumasukan penis 18,5cm ku ini ke lubang vaginanya.

"Robi, kamu ini kurang aj.. Aacchh Aacch.. Oocch!!" ia menjerit kesakitan.
Ooch.. Aacch.. Tes wauw biar seret tapi enak tenan Win vaginamu!!". ujarku.

Temannya pun tak tinggal diam, ia langsung menyodorkan batangnya ke wajah Ayu.

"Nah Win entot nih kontolku, ha.. ha.. ha!!", ia memaksa membuka mulut Ayu dengan menjambaknya.
"Please Rob, please.. mmph mmphh!".

Ayu merasakan sisaan sampai hampir muntah, karena memang ia belum pernah mengulum penis seseorang.
Kugenjot genjot penisku, karena aku senang jika melihat payudaranya bergoyang goyang.

Aachh.. Oochh.. Yes!!".

Akhirnya kusemprotkan cairan spermaku ke lubang vaginanya.
Si Robi pun ikut menyemburkan cairan kentalnya ke mulut Ayu dan memaksanya untuk menelan semuanya dan menjilati sisa sisa sperma yang masih menempel di penisnya.

Lalu kami beristirahat sebentar sambil merokok dan menonton film porno di ruang tengah.
Lalu temannya yang ternyata bernama Robi itu mampir ke warung sebelah untuk membeli vitamin penambah tenaga dan obat kuat.
setelah 30 menit, hari masih hujan lebah sehingga teman temannya yang lain kemungkinan masih akan lama pulangnya.

Kami pun meneruskan memperkosa Ayu.
Ia mengira penderitaanya sudah berakhir karena saat aku menghampirinya, ia sudah memakai CD nya kembali.
ia pun terkejut saat aku menghampirinya sehingga ia melakukan sedikit pemberontkan tapi tidak berhasil lalu langsung kutampar hingga jatuh dan Robi melepaskan kembali CDnya.

"Tolong sudahi saja Rob, aku sudah cape", mohonnya.
"Hey aku kan belum nyoba vagina lu tau!"

Robi berbaring telentang di kasur dan mengangkat tubuh Ayu dengan posisi tengkurap menghadap dirinya, dan langsung menghujamkan penisnya ke vaginanya.

"Aacchh.. Uucchh.. Sst tolong, udah aja Rob, sakit!", rintihnya.

Tanpa kutunggu tunggu, aku langsung ikut menunggangi tubuh Ayu dan memasukan penisku ke Vaginanya sehingga penisku dan penis Robi bergesekan dalam satu vagina hingga lapisan klitoris Ayu menjadi lecet.

"Aacchh.. Aacchh.. Uucchh.. Sstt aduh sakit banget, toloong!!"

Setelah 25 gitu, Robi menyemprotkan spermanya dulu lalu mencabutnya, dan tubuh Ayu kubalikkan telentang.
Lima menit kemudia gantian aku yang menyemprotkan spermaku .
Aku pun lemas dan menindih tubuh seksinya tapi tidak langsung mencabut penisku dari vaginanya.
Ayu pun juga sudah sangat lemas tidak berdaya.

Karena hujan sudah mulai agak reda, Robi langsung mengeluarkan HPnya dan memfoto bagian bagian vita tubuh telanjang Ayu untuk mengancam Ayu agar tidak membuka mulut kepada siapapun.
Lalu kami memakaikan bajunya.
Sesaat kemudian dua orang temannya datang, kami terlihat sedang menonton TV bersama.

Meskipun wajah Ayu terlihat sedih, mereka tidak mengetahui dan tidak memperdulikannya karena hubungan mereka belum begitu akrab sebab mereka semua berbeda jurusan apalagi baru saling kenal beberapa hari.
tetapi beberapa hari kemudian, Ayu akhirnya mengaku kepada keluarganya bahwa ia telah diperkosa oleh saya dan temannya saat KKN, sehingga kami pun di tangkap oleh polisi dan di penjara.

Setelah kejadian itu, warga desa saya menjadi trauma karena takut kejadian itu akan terulang lagi dan itu telah memperburuk nama desaku.
Sejak saat itu jika ada KKN lagi, penduduk desa saya meminta para anggota KKn khususnya cewek harus berpakaian sopan dan tidak merangsang, karena pemuda di desaku memang jarang keluar desa, sehingga agak mudah terangsang jika melihat cewek cantik dengan pakaian yang sedikit menggoda.

Related Posts

Previous
Next Post »