LB121 Pengembangan dan juga terobosan baru dalam bidang teknologi terus dilakukan oleh para ahli di dunia ini, baru-baru ini dikembangkan sauatu smarthphone yang bisa igunakan sebagai alat berciuman dengan kekasih atau pacar dan jarak jauh.
Pengembangan teknologi ini semakin menunjukkan ide-ide yang cukup liar untuk membuat suatu inovasi yang aslanya tidak mungkin menjadi mungkin.
Smartphone yang biasanya digunakan hanya untuk berkomunikasi lewat suara ataupun gambar, akan mempunyai nilai yang tidak biasa dari sebelumnya. Pacar anda yang berada jauh dari anda dan juga tidak terbatas dia dimana terasa dekat dengan anda. Dimana saat anda merasakan sensasi berciuman jarak jauh namun terasa dia ada di hadapan anda.
Teknologi Smartphone berciuman jarak jauh ini dikembangkan oleh seorang mahasiswi yang bernama Emma Yann Zhang, dimana saat ini dia megambil gelar Phd di City University London. Inggris.
Seperti yang diberitakan oleh odditycentral.com, alat yang diberi nama The Kissinger merupakan Konsep ciuman jarak jauh yang menjadi konsep penelitian menarik selama lebih dari setengah dekade.
Penemuan dan oenelitian Kissinger ini telah ada pada tahun 2012 yang lalu, yang diciptakan oleh Dr. Hooman Samani, yang merupakan Direktur AIART Lab (Artifical Intelligence Robotic Technology Laboratory) di Singapura.
Dimana AIART LAB melakukan percobaan dari dua buah robot kelinci berbentuk internet yang terhubung dengan bibir silikon besar yang bisa mengirim sentuhan bibir manusia dengan manusia yang lain, dan kemudian mensimulasikannya menjadi ciuman antara dua manusia.
Samani menggambarkannya sebagai interface atau antarmuka yang memungkinkan komunikasi ciuman bergerak secara fisik.
Selanjutnya Emma mengembangkannya menjadi smartphone yang juga berfungsi untu alat berciuman yang terbuat dari bahan silikon dibagian bawahnya, saat anda ngin mencium kekasih anda yang berada jauh dari anda, anda bisa menggunakannya perantara bibir silikon ini, dan hal yang sama juga di lakukan oleh pasangan anda, dan alat ini kemudian akan mengirimkan gerak sensorik dari bibir dua orang tersebut sebagai gerak simulasi berciuman.
The Kissinger yang dikembangkannya oleh Emma Yann Zhang memiliki system kerja yang sama seperti yang dikembangkan oleh AIART Lab, namun desainnya lebih praktis.
Kissinger yang dibuat oleh Emma berupa silikon pembungkus smartphone yang terdapat pada bagian bawah, dimana dengan alat in ponsel penerima bisa menirukan gerakan bibir dari si pengirim sinyal.
Emma menjelaskan bahwa ide pembuatan The Kissinger ini tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi namun juga bisa menjalin hubungan yang lebih romantis.
Smartphone ini juga bisa digunakan oleh para orangtua yang ingin memberikan ciuman di pipi pada anak tersayangnya, karena Emma yakin suatu hari nanti manusia kan lebih intim dengan sesuatu yang berhubungan dengan Artifical Intelligence atau kecerdasan buatan ini.





