LB121 - Paris - Javier Pastore telah menyatakan bahwa dia selalu ingin bermain dengan Paris Saint-Germain.
Ia juga membantah pernyataan dari Thiago Silva yang menyebut dirinya akan pergi dari PSG.
Pastore telah dijatuhi hukuman dari pelatih PSG Unai Emery bersama Edinson Cavani, sehingga mereka ditepikan dalam kemenangan atas Amiens, hari kamis (11/1/2018).
keduanya terlambat hadir dan bergabung dengan tim usai libur musim dingin.
Dikarenakan insiden tersebut, Silva yang merupakan kapten tim telah menyebut bahwa keterlambatannya Pastore tidak terlepas dari situasi masa depannya.
Bek yang berasal dari brazil itu juga telah mengungkapkan bahwa rekannya sudah mengatakan untuk ingin meninggalkan klub.
Mendengar isu dari pernyataan Silva, Pastore pun terburu buru membantahnya.
Dia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah punya niat untuk membangkang ke klu dan terlambat bergabung.
Kabarnya gelandang asal Argentina itu terlambat kembali ke paris dikarenakan istrinya yang sedang tengah hamil, sempat dilarang untuk terbang beberapa hari.
"Saya tidak pernah bicara dengan Thiago Silva soal persoalan atau masa depan saya.
Saya tidak pernah menempatkan tekanan kepada siapapun.
itu bukanlah gaya saya,". kata Pastore.
"Dia tidak tahu isu seperti apa yang saya hadapi, dan apa yang membuat saya terlambat datang.
Saya ulangi lagi, mimpi saya adalah untuk menjadi perekrutan asli terakhir yang bertahan."
"Saya sudah selalu loyal, tidak lah benar bahwa saya ingin pergi.
Saya ingin menuntaskan karir saya di PSG," tambahnya.




