LB121 - Roma - Presiden FIGC (Asosiasi Sepakbola Italia) Carlo Tavecchio menyatakan mundur dari jabatannya.
Dia menegaskan mundurnya dirinya mundur dari FIGC terkait gagalnya Italia lolos ke Piala Dunia 2018.
Tavecchio mengumumkan keputusannya untuk untuk mundur pada pertemuan FIGC pada hari senin (20/11/2017) dan pria umur 74 tahun tersebut mengakui bahwa dia telah 'gagal' pada negaranya karena setelah menjalani masa tiga tahun yang berakhir dengan Azzurri yang gagal lolos ke Piala Dunia.
Seperti yang diketahui, Italia telah gagal lolos ke Piala Dunia di Rusia tahun depan setelah kalah skor 0-1 secara akumulasi dari Swedia di babak play-off.
Hal ini jadi pertama kalinya Italia absen di turnamen empat tahunan itu sejak 1958 silam.
Sebagai pertanggungjawaban atas kegagalannya itu, FIGC sebelumnya telah memecat Giampiero Ventura dari posisi pelatih.
Ternyata langkah itu dinilai publik sepakbola Italia tidak cukup.
Mereka menuntut untuk mundurnya Tavecchio dari posisi presiden FIGC.
Tavcchio pun pada akhirnya menjawab tuntutan itu dalam rapat dewan federal hari senin (20/11/2017).
Sedianya Tavecchio dijadwalkan untuk mempresentasikan programnya untuk masa depan timnas, tapi dia sudah merasakan tak ada dukungan lagi.
"Saya minta maaf.
Saya mundur karena saya telah gagal.
Saya juga minta maaf pada seluruh warga Italia," ungkap Tavecchio.
Tavecchio telah menjabat sebagai Presiden FIGC sejak 2014 lalu.
Belakangan ini telah muncul ide untuk mengembalikan mantan Presiden FIGC Giancarlo Abete ke posisi tersebut.




